Obat Tradisional Sakit Mata Yang Manjur

Anda pasti tidak ingin seperti Tobi-kan? Sampai ribuan kalipun diobati matanya pasti tetap merah. Hehehe….

Daya tahan tubuh sangat mempengaruhi mata dalam menghalau penyakit-penyakit yang menyerangnya. Daya tahan tubuh bagus, biasanya mata selalu selamat. Satu lagi, sering-sering cuci tangan dan yang paling penting jangan ucek mata/sentuh mata biar sebentar saja.

Sakit Mata Merah,  Sakit Mata  Pada Bayi,       Sakit Mata Belekan, Sakit Mata Menular, Sakit Mata   Pada Anak, Sakit       Mata Saat Hamil, Sakit Mata Ikan, Sakit Mata  Bayi,  Sakit Mata  Anak,      Sakit Mata Pada Balita



Bila mata gatal karena kelilipan, pejamkan saja mata, tahan sebentar sampai air matanya keluar, biasanya debu/benda kecil yang masuk akan keluar sendiri bersama air mata tsb. Sakit mata itu katanya lagi menular lewat cairan. Jika bersalaman dengan orang sakit mata, berikan segera tangan sebelum beraktivitas yang lain.

Tidak ada salahnya bila kita mencoba obat tradisional jika mengalami sakit mata. Cobalah tops berikut:

Petik secukupnya beberapa lembar daun sirih.
Kemudian rendam daun sirih dalam air panas.
Tunggu sampai rendaman sampai hangat ataupun dingin.
Celupkan mata anda ke dalam rendaman beberapa kali.

Semoga bermanfaat.
»»  Baca Selengkapnya...

Cara Memelihara Kesehatan Mata Anda

Pemeriksaan kesehatan mata rutin minimal dua tahun sekali dapat membantu mencegah hilangnya penglihatan dan mendeteksi penyakit sistemik seperti diabetes. Sayang, banyak yang mengabaikannya.

Mata adalah jendela hati. Rasa sedih atau bahagia bisa berawal dari pandangan mata. Kita mengenal konsep indah, serasi, warna dan bentuk juga tak lepas dari peran indra penglihatan.

Sayangnya, kebanyakan orang tidak mengindahkan anjuran memeriksakan kesehatan mata secara rutin minimal enam bulan sekali.

Sakit Mata Merah,  Sakit Mata  Pada Bayi,       Sakit Mata Belekan, Sakit Mata Menular, Sakit Mata   Pada Anak, Sakit       Mata Saat Hamil, Sakit Mata Ikan, Sakit Mata  Bayi,  Sakit Mata  Anak,      Sakit Mata Pada Balita

Jangankan melakukan pemeriksaan mata sebagai langkah pencegahan, mereka yang sudah memiliki gangguan penglihatan pun acapkali malas untuk berkunjung ke dokter.

Hal ini juga terjadi di Amerika, seperti yang dilaporkan dalam sebuah survei terbaru di negara adidaya tersebut. Berdasarkan survei yang dilakukan American Optometric Association, orang yang memakai kacamata ataupun lensa kontak terbilang cukup banyak, yakni 81 persen dari keseluruhan populasi. Ironisnya, 1 dari 5 orang mengaku sudah lebih dari dua tahun tidak berkunjung ke dokter mata. Kondisi ini dapat memburuk, terutama pada mereka yang tidak menggunakan lensa pengoreksi (corrective lens), semisal pada masalah mata minus atau plus.

Pada kelompok ini, 3 dari 5 orang mengaku belum melakukan uji penglihatan selama lebih dari dua tahun. Para dokter meyakini hal tersebut disebabkan mayoritas gangguan penglihatan tampak tidak jelas dan karena orang umumnya tidak menjadwalkan kunjungan ke dokter mata sebagai sesuatu yang rutin. "Ya, mungkin kita sibuk. Sebagian besar dari kita mungkin memiliki penglihatan yang bagus sehingga kita merasa baik-baik saja, tidak ada masalah apa pun. Kenyamanan inilah yang kerap membuat kita terlalu berpuas diri," ungkap ahli mata dari the University of California di San Francisco, Amerika, Dr Andrew Iwach, yang juga bertindak selaku juru bicara American Academy of Ophthalmology.

Survei yang dilakukan American Academy of Ophthalmology kian menguatkan asumsi tersebut. Hanya 28 persen orang yang disurvei yang merasa bahwa dirinya memiliki risiko terkena penyakit mata tertentu, dan hanya 23 persen yang menaruh perhatian akan kekhawatiran kehilangan penglihatan. Ahli optometri dari Brainerd Minn, Dr Kerry Beebe, mengungkapkan, deteksi dini gangguan mata amatlah penting.

Pasalnya, manakala seseorang menyadari dirinya telah kehilangan penglihatannya, biasanya sudah terlambat untuk mengejar kesempatan mendapatkan pengobatan. Selama ini kebanyakan orang beralasan bahwa penglihatannya tidak bermasalah, mata tidak sakit dan terlihat baik-baik saja. "Mereka tidak menyadari bahwa banyak sekali penyakit mata yang tidak memunculkan gejala pada stadium awalnya," tandas Beebe yang juga seorang juru bicara di American Optometric Association. Sebagai contoh adalah kasus hilangnya penglihatan pada penderita glaukoma, suatu penyakit yang merusak saraf optik (saraf mata) dan mengakibatkan penyempitan lapang pandang. Umumnya penderita baru menyadari adanya blindspot (titik buta) saat kerusakan serabut saraf optik sudah parah. Bila seluruh serabut saraf rusak, kebutaan total tak terhindarkan.

"Bersamaan Anda menyadari bahwa ada sesuatu yang janggal, sesungguhnya telah terjadi penurunan fungsi penglihatan yang nyata yang dapat mengarah pada hilangnya penglihatan," kata Iwach. "Namun jika kita sigap menanganinya lebih awal, banyak hal yang masih bisa diselamatkan," imbuhnya seraya mengungkapkan bahwa pemeriksaan oleh dokter mata dapat membantu mendeteksi kemungkinan terjadinya gangguan mata tersebut. "Mata adalah organ yang unik, di mana kami dapat melihat pembuluh darah, nadi dan saraf secara jelas, bahkan hingga ke bagian belakang mata dan saraf optik. Melalui pemeriksaan mata, kita juga dapat mengetahui kemungkinan adanya penyakit sistemik," tutur Iwach.

Ia mencontohkan, sejumlah gangguan mata dapat merupakan penanda awal dari diabetes. Dalam dunia kedokteran dikenal istilah retinopati diabetika, di mana pembuluh darah retina yang rusak akibat diabetes bisa mengalami kebocoran yang menyebabkan pembengkakan retina. Pada keadaan lebih lanjut bisa terjadi perdarahan dan pertumbuhan jaringan ikat di dalam bola mata. Jika dibiarkan atau tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan gangguan penglihatan, bahkan kebutaan. Sebagai langkah pencegahan, The American Optometric Association merekomendasikan orang dewasa untuk mengecek kondisi kesehatan mata setidaknya setiap dua tahun sekali. Ini penting dilakukan sekalipun tidak ada keluhan penglihatan apa pun.

Sementara bayi dan anak-anak harus dicek kesehatan matanya pada usia 6 bulan, 3 tahun, sebelum masuk SD, dan selanjutnya setiap dua tahun sekali. Survei yang dilakukan The American Optometric Association mengungkap bahwa 8 dari 10 anak tidak pernah mendapatkan pemeriksaan mata hingga menginjak usia setahun. "Orang tua mungkin melihatnya baik-baik saja, anaknya tidak mengeluh apa pun, jadi tidak masalah. Padahal, perlu diingat bahwa anak usia setahun belum memiliki acuan atau perbandingan objek apa saja yang seharusnya dapat mereka lihat. Jadi, kalaupun ada sesuatu yang salah, mereka tidak akan mengatakannya karena tidak tahu," papar Beebe.

Bagi Anda yang mulai menginjak usia 40, panduan terbaru dari the American Academy of Ophthalmology juga menyarankan kunjungan ke dokter spesialis mata (ahli opthalmology) setidaknya sekali. Menurut Iwach, hasil konsultasi dan tes mata ini dapat mengungkapkan kemungkinan adanya faktor risiko gangguan penglihatan, terutama yang rentan dialami pada usia senja seperti halnya katarak.
»»  Baca Selengkapnya...

Mata Adalah Jendela Hati, Yang Tak Pernah Bohong

Mata adalah jendela hati,mata juga melukiskan ekspresi jiwa,saat sedih mata menangis saat senang mata akan tertawa,mata tak pernah bohong”

Mungkin ungkapan di atas seperti apa yang kurasakan saat ini.Walau suasana cerah hari ini tak membuat hatiku bersinar seperti matahari.Senyumku tak lagi merekah,hatiku begitu gundah,leher terasa kelu.Tak terasa mataku telah basah …

Sakit Mata Merah,  Sakit Mata  Pada Bayi,       Sakit Mata Belekan, Sakit Mata Menular, Sakit Mata   Pada Anak, Sakit       Mata Saat Hamil, Sakit Mata Ikan, Sakit Mata  Bayi,  Sakit Mata  Anak,      Sakit Mata Pada Balita

Tak ingin aku menghabiskan air mata ini hanya untuk menangisi sepi.Jujur aku merasa kesepian,jauh dari orang-orang yang aku sayangi.Aku harus berjuang sendiri ketika ada masalah.Aku kadang iri dengan mereka,yang pulang kerja bertemu orang-orang yang terkasih.Bisa bercanda sambil menikmati senja.Tapi aku pulang kerja hanya berjumpa bantal guling saja.Kadang ingin kubunuh sepi dengan bercanda dengan mereka tapi jarak yang begitu jauh memisahkan kita.Ingin kubuang bosan dengan menyibukkan diri,lelah aku berpura-pura menjadi orang yang selalu ceria.Aku hanya makhluk biasa yang jauh dari kata sempurna”Hati bisa sakit sebagaimana sakitnya jasad,hati bisa kena virus demam atu flu,sebagaimana raga”.Dan saat ini aku benar-benar sakit karena menahan rindu.

Ya rab…seandainya waktu dapat di ulang kembali ku ingin kembali kemasa kecil,agar selalu kurasakan sentuhan lembut kasih sayang bunda,dan nasehatnya yang begitu menyejukan jiwa…..!!!!

»»  Baca Selengkapnya...

Tips Cara Untuk Melindungi Mata

Sebagian besar pekerjaan yang kita lakukan berhubungan dengan komputer, sehingga disadari atau tidak, kerusakan mata kerap terjadi. Untuk membantu menghindari terjadinya kerusakan mata atau mengurangi tebalnya lensa kacamata Anda, coba lakukan beberapa tip berikut..

Sakit Mata Merah,  Sakit Mata  Pada Bayi,       Sakit Mata Belekan, Sakit Mata Menular, Sakit Mata   Pada Anak, Sakit       Mata Saat Hamil, Sakit Mata Ikan, Sakit Mata  Bayi,  Sakit Mata  Anak,      Sakit Mata Pada Balita


  • Pastikan ruangan kerja atau ruangan baca Anda mendapat penerangan yang cukup, tidak terlalu terang dan tidak terlalu suram.
  • Jangan biarkan mata Anda terus menerus menatap layar monitor atau buku yang sedang Anda baca. Usahakan untuk memnadang ke arah lain beberapa menit sekali. Agar lebih murah, atur posisi duduk Anda sehingga memungkinkan untuk melihat pemandangan dengan lain di kejauhan dari samping atau dari atas layar monitor.
  • Usahakan untuk tidak bekerja dalam jarak yang terlalu dekat dengan layar monitor.
  • Untuk melindungi mata, usahakan untuk menggunakan pelindung monitor.
  • Usahakan untuk sering berkedip. Menurut hasil penelitian yang dilakukan di Jepang pada tahun 1993, para pekerja kantor dalam keadaan rileks akan berkedip 22 kali per menit. Ketika menatap materi cetakan mereka berkedip 10 kali per menit. Tetapi ketika bekerja di depan komputer, mereka hanya berkedip 7 kali per menit, dan sering sekali menatap layar dengan mata terbuka lebar. Akibatnya, kelembaban mata berkurang, mata menjadi kering dan mudah teriritasi.
  • Mengenakan kaca mata akan menimbulkan ketergantungan dan membuat mata semakin lemah sehingga kehilangan fokus alaminya. Karena itu, lebih baik tidak mengenakan kacamata sepanjang waktu. Kenakan saja di mana perlu, atau dalam posisi yang berpotensi membahayakan seperti memasak, menyetir atau menggunakan alat berlistrik. Kecuali bagi yang kacamata minusnya sudah telanjur tebal sehingga tidak bisa begitu saja melepasnya. Lakukan perlahan-lahan.

»»  Baca Selengkapnya...

Cara Menghindari Ketularan Dari Sakit Mata

Bila mata Anda terlihat menjadi merah muda, terasa perih dan mengeluarkan air, Anda mungkin menderita sakit mata konjungtivitis, infeksi mata yang paling menular. Jika tidak diobati secara khusus penyakit ini akan menularkan ke orang lain.

Sakit mata mudah sekali menularnya. Satu orang saja yang di ruangan ada yang terkena sakit mata, risiko tertularnya sangat tinggi. Jika Anda atau ada orang yang menderita sakit mata seharusnya berada di rumah dan tidak melakukan aktivitas di luar agar tidak menulari orang lain.

Sakit Mata Merah,  Sakit Mata  Pada Bayi,       Sakit Mata Belekan, Sakit Mata Menular, Sakit Mata   Pada Anak, Sakit       Mata Saat Hamil, Sakit Mata Ikan, Sakit Mata  Bayi,  Sakit Mata  Anak,      Sakit Mata Pada Balita

Penyakit mata biasanya diakibatkan oleh infeksi dari bakteri, jamur atau virus. Infeksi ini dapat terjadi di berbagai bagian mata dan bisa mempengaruhi keduanya atau hanya salah satu mata saja.

Gejala dari infeksi mata ini mencakup kemerahan, gatal, bengkak, banyaknya kotoran mata yang keluar (belekan), nyeri dan sakit serta bermasalah dengan penglihatan.

Pengobatan yang diberikan tergantung dari penyebab infeksinya, perawatan yang diberikan biasanya meliputi kompres, obat tetes mata, salep atau antibiotik. Hal yang membuat sakit mata lama untuk sembuh karena adanya infeksi kedua yang biasanya disebabkan oleh kuman atau bakteri.

Penyakit mata yang paling mudah menular adalah penyakit konjungtivitis, yaitu iritasi akibat adanya infeksi pada bagian selaput yang melapisi mata. Hal ini disebabkan virusnya ada dimana-mana dan bisa berterbangan di udara.

Penyakit mata sangat mudah menular, semua peralatan yang digunakan dan disentuh oleh penderita bisa menjadi sumber penularan sakit mata. Karena virus ini sangat mudah menyebar di udara, sebaiknya penderita sakit mata tidak melakukan aktivitas di luar rumah.

Seperti dikutip dari eHow, Selasa (23/2/2010), ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar terhindar dari sakit mata, yaitu:

1. Menghindari menyentuh mata setelah bepergian atau menyentuh barang-barang orang yang sakit mata. Biasakan untuk selalu mencuci tangan terlebih dahulu atau menggunakan cairan pembersih tangan sebelum menyentuh mata.

2. Menghindari berbagi barang pribadi seperti handuk, kacamata, sapu tangan, perias mata atau lensa kontak dengan orang lain.

3. Sebaiknya tidak mengucek-ucek mata tanpa mencuci tangan terlebih dahulu untuk mencegah goresan mata dan infeksi dari kuman yang mungkin menempel di tangan, karena tangan tidak selalu berada dalam kondisi steril.

4. Menggunakan pelindung mata seperti kacamata jika berada di tempat-tempat yang berisiko tertular sakit mata atau jika sedang mengendarai sepeda motor agar tidak terkena debu atau angin yang dapat menyebabkan iritasi.

5. Memperhatikan kebersihan dari kacamata atau lensa kontak yang digunakan.
»»  Baca Selengkapnya...

Penyakit Mata Glaukoma dan Cara Pencegahannya

Mereka yang berusia 40 tahun keatas, kemungkinan bisa mengidap penyakit Glaukoma. Namun demikian, tidak dipungkiri bisa juga menyerang semua umur dan tanpa batasan jenis kelamin. Penyakit ini timbul pada orang-orang yang mempunyai bakat glaukoma atau diakibatkan penyakit mata lain.

Apabila dapat diatasi dengan baik sebelum terjadi kerusakan retina dan syaraf mata, biasanya ada harapan untuk pulih kembali. Penderita glaukoma memerlukan pengawasan seumur hidup. Lebih awal penyakit glaukoma diketahui dan diobati, lebih baik hasil yang dicapai.

Glaukoma adalah penyakit mata yang disebabkan oleh peningkatan tekanan cairan di dalam mata. Glaukoma akut terjadi secara tiba-tiba. Kondisi ini harus segera diatasi untuk menyelamatkan penglihatan. Pada glaukoma kronis peningkatan tekanan di dalam mata terjadi dalam masa beberapa bulan atau tahun tanpa terjadi gejala apa-apa. Kalau tidak diobati, glaukoma kronis akhirnya mengakibatkan kebutaan total. Glaukoma dapat juga disebabkan oleh penyakit mata lainnya.

Terdapat 4 jenis glaukoma :
- Glaukoma sudut terbuka
- Glaukoma sudut tertutup
- Glaukoma kongenitalis
- Glaukoma sekunder

Keempat jenis glaukoma ditandai dengan peningkatan tekanan di dalam bola mata dan karenanya semuanya bisa menyebabkan kerusakan saraf optikus yang progresif.

Gejala-gejala

- Glaukoma sudut terbuka :

Pada glaukoma sudut terbuka, saluran tempat mengalirnya humor aqueus terbuka, tetapi cairan dari bilik anterior mengalir terlalu lambat. Secara bertahap tekanan akan meningkat (hampir selalu pada kedua mata) dan menyebabkan kerusakan saraf optikus serta penurunan fungsi penglihatan yang progresif.
Hilangnya fungsi penglihatan dimulai pada tepi lapang pandang dan jika tidak diobati pada akhirnya akan menjalar ke seluruh bagian lapang pandang, menyebabkan kebutaan.

Glaukoma sudut terbuka sering terjadi setelah usia 35 tahun, tetapi kadang terjadi pada anak-anak. Penyakit ini cenderung diturunkan dan paling sering ditemukan pada penderita diabetes atau miopia. Glaukoma sudut terbuka lebih sering terjadi dan biasanya penyakit ini lebih berat jika diderita oleh orang kulit hitam.

Pada awalnya, peningkatan tekanan di dalam mata tidak menimbulkan gejala. Lama-lama timbul gejala berupa :

  • penyempitan lapang pandang tepi
  • sakit kepala ringan
  • gangguan penglihatan yang tidak jelas (misalnya melihat lingkaran di sekeliling cahaya lampu atau sulit beradaptasi pada kegelapan).
    Pada akhirnya akan terjadi penyempitan lapang pandang yang menyebabkan penderita sulit melihat benda-benda yang terletak di sisi lain ketika penderita melihat lurus ke depan (disebut penglihatan terowongan).

Glaukoma sudut terbuka mungkin baru menimbulkan gejala setelah terjadinya kerusakan yang tidak dapat diperbaiki.

Untuk pengobatan glaukoma sudut terbuka, obat tetes mata biasanya bisa mengendalikan glaukoma sudut terbuka. Obat yang pertama diberikan adalah beta bloker (misalnya timolol, betaksolol, karteolol, levobunolol atau metipranolol), yang kemungkinan akan mengurangi pembentukan cairan di dalam mata.

Juga diberikan pilokarpin untuk memperkecil pupil dan meningkatkan pengaliran cairan dari bilik anterior. Obat lainnya yang juga diberikan adalah epinefrin, dipivefrin dan karbakol (untuk memperbaiki pengaliran cairan atau mengurangi pembentukan cairan).

Jika glaukoma tidak dapat dikontrol dengan obat-obatan atau efek sampingnya tidak dapat ditolerir oleh penderita, maka dilakukan pembedahan untuk meningkatkan pengaliran cairan dari bilik anterior. Digunakan sinar laser untuk membuat lubang di dalam iris atau dilakukan pembedahan untuk memotong sebagian iris (iridotomi).

Glaukoma sudut tertutup
Glaukoma sudut tertutup terjadi jika saluran tempat mengalirnya humor aqueus terhalang oleh iris.
Setiap hal yang menyebabkan pelebaran pupil (misalnya cahaya redup, tetes mata pelebar pupil yang digunakan untuk pemeriksaan mata atau obat tertentu), bisa menyebabkan penyumbatan aliran cairan karena terhalang oleh iris. Iris bisa menggeser ke depan dan secara tiba-tiba menutup saluran humor aqueus, sehingga terjadi peningkatan tekanan di dalam mata secara mendadak.

Serangan bisa dipicu oleh pemakaian tetes mata yang melebarkan pupil, atau bisa juga timbul tanpa adanya pemicu. Glaukoma akut lebih sering terjadi pada malam hari karena pupil secara alami akan melebar di bawah cahaya yang redup.

Episode akut dari glaukoma sudut tertutup menyebabkan :
- penurunan fungsi penglihatan yang ringan
- terbentuknya lingkaran berwarna di sekeliling cahaya
- nyeri pada mata dan kepala.
Gejala tersebut berlangsung hanya beberapa jam sebelum terjadinya serangan lebih lanjut.

Serangan lanjutan menyebabkan hilangnya fungsi penglihatan secara mendadak dan nyeri mata yang berdenyut. Penderita juga mengalami mual dan muntah. Kelopak mata membengkak, mata berair dan merah. Pupil melebar dan tidak mengecil jika diberi sinar yang terang.

Sebagian besar gejala akan menghilang setelah pengobatan, tetapi serangan tersebut bisa berulang. Setiap serangan susulan akan semakin mengurangi lapang pandang penderita.

Pengobatan glaukoma sudut tertutup :

  • Minum larutan gliserin dan air bisa mengurangi tekanan dan menghentikan serangan glaukoma. Bisa juga diberikan inhibitor karbonik anhidrase (misalnya asetazolamid).
  • Tetes mata pilokarpin menyebabkan pupil mengecil sehingga iris tertarik dan membuka saluran yang tersumbat. Untuk mengontrol tekanan intraokuler bisa diberikan tetes mata beta bloker.

Setelah suatu serangan, pemberian pilokarpin dan beta bloker serta inhibitor karbonik anhidrase biasanya terus dilanjutkan. Pada kasus yang berat, untuk mengurangi tekanan biasanya diberikan manitol intravena (melalui pembuluh darah).

Terapi laser untuk membuat lubang pada iris akan membantu mencegah serangan berikutnya dan seringkali bisa menyembuhkan penyakit secara permanen. Jika glaukoma tidak dapat diatasi dengan terapi laser, dilakukan pembedahan untuk membuat lubang pada iris.

Jika kedua mata memiliki saluran yang sempit, maka kedua mata diobati meskipun serangan hanya terjadi pada salah satu mata.

Glaukoma sekunder
Glaukoma sekunder terjadi jika mata mengalami kerusakan akibat :
- infeksi
- peradangan
- tumor
- katarak yang meluas
- penyakit mata yang mempengaruhi pengaliran humor aqueus dari bilik anterior.

Penyebab yang paling sering ditemukan adalah uveitis. Penyebab lainnya adalah penyumbatan vena oftalmikus, cedera mata, pembedahan mata dan perdarahan ke dalam mata. Beberapa obat (misalnya kortikosteroid) juga bisa menyebabkan peningkatan tekanan intraokuler.

Pengobatan glaukoma sekunder tergantung kepada penyebabnya. jika penyebabnya adala peradangan, diberikan kortikosteroid dan obat untuk melebarkan pupil. kadang dilakukan pembedahan.

Glaukoma kongenitalis
Glaukoma kongenitalis sudah ada sejak lahir dan terjadi akibat gangguan perkembangan pada saluran humor aqueus. Glaukoma kongenitalis seringkali diturunkan.
Untuk mengatasi glaukoma kongenitalis perlu dilakukan pembedahan.

Bila anda mengalami salah satu gejala diatas, segeralah konsultasi dengan dokter anda, atau periksakan mata satu tahun sekali bila dalam keluarga anda, ada yang menderita glaukoma. Karena mencegah lebih baik dari pada sudah terdeteksi menderita penyakit tersebut.
»»  Baca Selengkapnya...

Penyakit Mata Silinder dan Mata Minus

Bulan Juli tahun lalu saya pernah cerita tentang kacamata trus bagaimana perkembangan yang terjadi tahun ini??? Postingan tahun lalu saya tulis tanggal 20 Juli, skrg tanggal 18 Juli *beda 2 hari aja* saya akan cerita tentang kacamata juga.

Kacamata yang lama *tahun lalu* saya gunakan adalah :

Kiri : silinder = 0.75 dan minus = 0

Kanan : silinder = 1.00 dan minus = 0

Jadi mata saya tidak minus tapi silinder, kekekeke…

Pada saat menemani adik ganti kacamatanya yang hilang, saya iseng2 periksa juga dan… saya mendapatkan hasil :

Kiri : silinder = 1.25 dan minus = 1.25

Kanan : silinder = 1.00 dan minus = 0.75

Waaaaaaaaaa…skrg mata saya ada minusnya..Hiks! *pengaruh kah karena rajin ng-blog* Tapi alhamdulillah, setidaknya ukuran silinder n minusnya tidak besar *semoga tidak bertambah* dan saya masih nyaman dengan kacamata lama *alasan gak ganti kacamata*, hehehehe…

Ketika kita melihat seseorang menggunakan kacamata, apa yg sering kita tanyakan??

“Matanya minus berapa??”

Begitu bukan? Ntah apa sebabnya orang lebih sering menganggap mata yang tidak normal *pake kacamata* dianggap matanya minus. Padahal belum tentu minus.

Saya sendiri sering dilontarkan pertanyaan seperti itu. Jawaban yang saya berikan biasanya seperti ini :

“Tidak ada minus, hanya silinder”

Jawaban tersebut malah menimbulkan pertanyaan baru lagi..

“Silinder itu gmn?”

Nah loh??? Emangnya orang yang pake kacamata hanya karena matanya minus?! Ya gak lah. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar di bawah ini.

Seperti itulah kondisi mata minus jika melihat jarak jauh. Mata minus disebut sebagai myopia, yaitu pandangan kabur atau blur pada saat melihat detail jarak jauh.

Selanjutnya lihat lagi gambar berikut :

Selain mata minus ada juga mata silinder, yaitu gejala blur ke arah tertentu, tidak seperti minus yang blurnya sama ke segala arah 360°. Patokan silinder ini gejalanya berbeda-beda, diukur dari titik pusat konsentris antara 0 hingga 180°.

Menurut cerita di sini ada beberapa kelainan reflaksi yang sering dijumpai :

· Miopia
Kelainan sering diistilahkan rabun jauh. Terjadi karena sistem optik yang sangat kuat pembiasannya, sehingga fokus bayangan benda yang dilihat akan jatuh di depan retina. Kelainan ini bisa dikoreksi dengan lensa minus. Oleh sebab itu, mata miopia dikenal sebagai mata minus.

· Hipermetropia
Kalau yang ini dikenal dengan istilah rabun dekat. Apa yang terjadi pada rabun dekat merupakan kebalikan dari miopia, yaitu sistem optik yang terlalu lemah sehingga fokus dari bayangan benda yang dilihat akan jatuh di belakang retina. Kelainan ini harus dikoreksi dengan lensa plus sehingga fokusnya maju ke posisi normal.

· Astigmatisme
Kelainan ini tidak hanya meliputi masalah bagaimana fokus bayangan dibentuk, karena fokus benda yang dilihat terpecah menjadi dua bayangan.
Biasanya astimagtisme terjadi karena lengkung datar kornea dan lengkung tegak kornea tidak simetris. Keadaaan ini bisa dianalogikan dengan lengkungan pada sendok. Pada satu sisi ada yang landai sedangkan sisi lainnya terjal. Kalau sistem optik atau suatu lensa terlalu melengkung/terjal maka cahaya yang terbias melalu retina menjadi terlalu dekat. Sedangkan lengkung yang landai membuat fokusnya menjadi terlalu jauh. Akhirnya, imej atau citraan yang jatuh jadi terpecah dua.

Nah, kelainan ini yang oleh orang awam disebut sebagai mata silinder. Namun, terminologi mata silinder ternyata tak tepat karena sebenarnya bukan matanya yang silinder tetapi lensa yang fungsinya mengoreksi keadaan astigmatisme itulah yang bersifat silinder. Jadi, yang ada lensa silinder bukan mata silinder. Kasus astigmatisme banyak dijumpai pada orang Asia.

· Kombinasi Kelainan

Kelainan lensa silinder bisa dibarengi dengan kelainan mata minus atau plus. Kalau kelainan astigmatisme berbarengan dengan kelainan rabun dekat, maka fokus benda yang terlihat terpecah menjadi dua dan jatuhnya di depan retina. Gangguan ini bisa diatasi dengan lensa silinder yang disatukan dengan lensa minus. Sedangkan bila dibarengi rabun jauh, fokus benda yang terpecah akan jatuh di belakang retina. Gangguan seperti ini dapat diatasi dengan lensa silinder yang disatukan dengan lensa plus.

Sekarang sudah lebih jelas apa itu minus n silinder. Saya tambah lagi cerita tentang silinder…

Penderita mata silinder menurut dokter sebagian besarnya karena ‘genetik’ atau turunan. Tidak akan mengganggu apabila tidak ada stressornya. Komputer merupakan salah satu stressor sehingga orang yang secara genetik memiliki mata silinder akan mulai merasakan ketidaknyamanan, karena kerusakan yang semakin besar. Pada orang yang matanya normal, bagian hitam terkecil yang ada di kornea mata berbentuk lingkaran. Pada penderita mata silinder, kerusakan berada di lingkaran tersebut, sehingga bentuknya bukan lagi lingkaran. Hal ini menyebabkan mata tidak menangkap cahaya yang memantulkan ’sesuatu/benda’ dengan baik. Itu sebabnya penderita mata silindris tidak bisa melihat suatu objek secara focus. Cahaya yang masuk dipantulkan tidak tegak lurus ke objek.

Cukuplah cerita tentang mata minus dan silinder…Kesimpulannya mata saya sekarang kombinasi kelainan.

Semoga bermanfaat..

Wallahu’alam

»»  Baca Selengkapnya...